Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Analisis Strukturalisme Genetik

Analisis Strukturalisme Genetik Terhadap   Cerpen Dodolitdodolitdodolibret Karya Seno Gumira Ajidarma Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Batasan sastra, sampai kini, menjadi perdebatan yang tidak selesai. Selalu menyisakan ruang dan pertanyaan yang tidak terjawab secara keseluruhan. Padahal, berbagai interpretasi tentang sastra dari persepsi etimologi, konsep, epistemology, dan ontology terus saja ada, tetapi tetap tidak bisa memuaskan. Hal ini menunjukkan   sastra sebagai sesuatu yang kompleks, yang tidak bisa didefinisikan dari satu perspektif saja. Pendefinisian dari satu perspektif akan menghilangkan perspektif lainnya, sehingga dalam aspek pengertian saja, sampai sekarang, sastra terus hidup dan berpolemik. Namun untuk keperluan pemahaman yang komperehensif, perlu secara singkat dipaparkan beberapa pengertian sastra yang sudah banyak dikemukakan oleh para ahli. Dalam buku Teori, Metode, dan Aplikasi Sosiologi Sastra yang ditulis oleh Heru Kurniawan ...

SATU MAKNA SATU JIWA

Satu Makna Satu Jiwa           Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Lama kurenungkan peribahasa itu hingga aku menyadari bahwa alangkah hebatnya orang yang menciptakan kalimat itu. Lebih hebat lagi peribahasa tersebut ada dalam kehidupanku. Moyangku seorang guru, pak de -ku guru, di antara sepupuku juga ada yang berprofesi guru, ibuku juga guru, dari lima bersaudara aku guru.          Tak terbayang bila ku besar nanti aku dipanggil “bu guru”. Tak sebersit pun aku bercita-cita sebagai seorang guru. Aku ingin membangun gedung-gedung yang tinggi, aku juga ingin menjadi ahli gizi. Terkadang aku hanya bergumam “aku ingin terbang ke angkasa luas, arungi samudra, indahnya. Sepintas ada gambaran masa lalu di pelupuk mata, waktu itu aku masih duduk di bangku SD,  Bisa dikatakan masa kecil yang kurang bahagia telah kualami. Tak seperti sebayaku, segala sesuatu harus kukerjakan sendiri. Jarang sekali ...

KURIKULUM 13 MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS

Kurikulum Tiga Belas Menuju Pendidikan Berkualitas Dewasa ini pendidikan di Indonesia mengalami penurunan kualitas secara signifikan. Indikatornya jelas, jika dilihat dari faktor sekolah, banyak sekolah yang kekurangan tenaga pendidik professional dan minimnya infrastruktur yang menunjang proses pembelajaran. Hal tersebut jelas berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Adanya kesenjangan antara sekolah-sekolah pinggiran dengan  sekolah faforit  adalah bentuk permasalahan yang paling terlihat jelas dari sekian banyaknya permasalahan yang ada dalam ranah dunia pendidikan Indonesia. Bagaimana tidak, dengan adanya sekolah tersebut maka sudah jelas kualitas pendidikan akan menjadi yang paling utama. Memang, banyak sekolah yang menjamin kualitas pendidikan mereka akan sama dengan negara - negara lain yang lebih maju. Namun, ketika kualitas pendidikan telah mereka gembor – gemborkan. Ironisnya, hanya segelintir anak yang dapat mencicipi bagaimana rasany...