Aku tak ingin bulan bundar bersinar Aku tak ingin hujan basahi peraduan Aku tak ingin nyaringnya melodi mendenting Yang ku ingin ibahmu runduk menyejuk kalbu Tatap mata tak tajam biarkan Walau putih merona hitam itu wajar Namun bibir berkata enggan bersuara Membuat aku semakin membuncahkan rasa Ketika kering air mata tak bersuara Di mana embun beningnya bergelayut redah Sesak dada entah sampai ujung waktu Tak ada kabar berikut kesudahan Satu persatu eja pikiran Melebur rasa yang tiada berbatas Pantaskah rindu berbelah Jika burung dara tak lagi di sangkarnya Narasi biru tuangkan rindu yang tak berkesudahan Ketika air laut mulai menepi tinggalkan pulau ketangguhan Jangan disalahkan jika hati ini mulai mengikis Karena cintamu sudah lagi tak bermakna Engkau putihkan semuanya Hingga rasa ini hilang tak bernoda Hanya dua hati yang bisa mengekangku untuk bertahan Berdiri pada kaki yang mulai gemeretak Tersenyum pada ...