Aku terus menunggu waktu,,sejak undangan itu sampai di tanganku. Alhamdulillah,,berkali-kali puji syukur itu keluar dari bibirku. Ehm…ternyata tak terasa sudah cukup lama aku mengabdikan diri jadi ibu guru di sekolah yang tergolong mewah di lingkungan daerahku. Ya…SMA Bina Nusa 2. Lima belas tahun bukan waktu sebentar untuk bercanda, berbagi ilmu, bahkan terkadang mendengar tangisan anak-anak bangsa dengan berbagai permasalahannya. Asyik, senang, dan berkesan. “Ori menikah” gumamku dalam hati. Assalaamualaikum ibu,,, sapaan dari balik punggung itu mengagetkan aku, sepertinya aku pernah mengenal suara itu. Waalaikumsalam,,,seraya aku berbalik ingin segera melihat yang mempunyai suara itu, tak lain itu suara Citra…muridku yang paling bawel, pintar berargumen, cantik, centil, sekarang penampilannya berubah 180 derajat menjadi sosok perempuan lembut dan keibuan. Di sela-sela para undangan pesta pernikahan Ori, riuh, suka cita, sayup-sayup lagu bersenandung men...