Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Doa

Wahai pemilik dunia Ajarkan kami untuk menundukkan dunia Bukan kami yang tunduk pada dunia Bila kilauan dunia menyilaukan pandangan kami Bila taburan permata dunia mendebarkan hati kami Ingatkan kami, ya Allah Ingatkan bahwa keridaanMu dan kasih sayangMu Lebih besar dari sekedar dunia Yang pasti akan kami tinggalkan

Pupus ini Rindu

Biar angin ini saja yang tahu Lama terlalu lama kabar itu tiada Dalam berkah ini antarkan ini rindu....pupuslah... Biar malam ini saja sebagai saksi Ini rindu gayung bersambut Rindu itu beda Rindu itu temaram Rindu itu kian membiru Tapi rindu itu hanya sekedar rindu Temaram itu hanya membias Membirunya rindu tak seluas rindu yang sesungguhnya

Dari Bahasa Jujur Terbitlah Bangsa yang Mujur

Oleh, Alfi Faridian, M.Pd. Jujur. Satu kata yang sederhana namun begitu banyak energi yang kita perlukan untuk melakukannya. Kenapa demikian? Karena mungkin kita dengan sengaja atau tidak, merasa begitu susah untuk bersikap jujur. Kita tahu bahwa kejujuran itu bisa melukai atau menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. Demikian pula pemakaian bahasa dengan jujur. Salah satu pendidikan karakter yang ditanamkan pada siswa adalah berbahasa dengan jujur . Hal ini dikarenakan berkomunikasi adalah bagian dasar dari sebuah kegiatan dalam kehidupan berbangsa. Untuk mencapai Bangsa yang mujur berawal dari berbahasa dengan jujur. Pendahuluan  Jujur merupakan bagian dari integritas kita sebagai manusia. Karena jujur terpaut dengan kebohongan. Keduanya tidak dapat dipisahkan walau tidak dapat disejajarkan, dalam arti lain orang jujur, pasti tidak bohong dan orang bohong, juga pasti tidak jujur. Kejujuran itu juga terkait dengan aturan. Aturan dibuat juga untuk peny...

Satu Makna Satu Jiwa

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Lama kurenungkan peribahasa itu hingga aku menyadari bahwa alangkah hebatnya orang yang menciptakan kalimat itu. Lebih hebat lagi peribahasa tersebut ada dalam kehidupanku. Moyangku seorang guru, pak de -ku guru, di antara sepupuku juga ada yang berprofesi guru, ibuku juga guru, dari lima bersaudara aku guru. Tak terbayang bila ku besar nanti aku dipanggil “bu guru”. Tak sebersit pun aku bercita-cita sebagai seorang guru. Aku ingin membangun gedung-gedung yang tinggi, aku juga ingin menjadi ahli gizi. Terkadang aku hanya bergumam “aku ingin terbang ke angkasa luas, arungi samudra, indahnya. Sepintas ada gambaran masa lalu di pelupuk mata, waktu itu aku masih duduk di bangku SD,  Bisa dikatakan masa kecil yang kurang bahagia telah kualami. Tak seperti sebayaku, segala sesuatu harus kukerjakan sendiri. Jarang sekali di meja makan terhidang sarapan pagi walau lauk tempe goreng. Untuk menggantinya, ibuku sering membelikan jaja...

Sepatuku Bukan Sepatu Biasa

Aku terus menunggu waktu,,sejak undangan itu sampai di tanganku. Alhamdulillah,,berkali-kali puji syukur itu keluar dari bibirku. Ehm…ternyata tak terasa sudah cukup lama aku mengabdikan diri jadi ibu guru di sekolah yang tergolong mewah di lingkungan daerahku. Ya…SMA Bina Nusa 2. Lima belas tahun bukan waktu sebentar untuk bercanda, berbagi ilmu, bahkan terkadang mendengar tangisan anak-anak bangsa dengan berbagai permasalahannya. Asyik, senang, dan berkesan. “Ori menikah” gumamku dalam hati. Assalaamualaikum ibu,,, sapaan  dari balik punggung itu mengagetkan aku, sepertinya aku pernah mengenal suara itu. Waalaikumsalam,,,seraya aku berbalik ingin segera melihat yang mempunyai suara itu, tak lain itu suara Citra…muridku yang paling bawel, pintar berargumen, cantik, centil, sekarang penampilannya berubah 180 derajat menjadi sosok perempuan lembut dan keibuan. Di sela-sela para undangan pesta pernikahan Ori, riuh, suka cita, sayup-sayup lagu bersenandung men...

Saujana

Januari 2012 Ambang batas saujana Dirimu putih abu-abu Ambang batas saujana Dirimu berteriak, Turunkan SPP!!!!!!!!!!!! Ganti pak Somad Ambang batas saujana Dirimu bercinta Cinta itu cinta monyet Ambang batas saujana Dirimu tertawa Tertawa bisa lalui pintu sekolah Tanpa ada guru yang berjaga Ambang batas saujana Dirimu menangis Merah nilai matematika Kini …,,,,???? Dirimu sarjana Dirimu pengusaha Dirimu penolong jiwa Dirimu indan berguna Tetes mata rasa bangga Merasuk dalam jiwa SAUJANA…………………………

Bertambah Dewasa

Agustus 2016 Gemuruh tuangkan ide Kadang lucu buatku terpingkal-pingkal Seketika juga bisa aku naik darah Hari Jumat muncul kekanakan Rabu bertambah dewasa Celoteh mereka asyik hilangkan gundah Itulah sebabnya tak berat kulangkahkan Berjumpah Yah……….35 wajah penuh semangat Gores prestasi tuk keabadian Tatap mudamu ke depan Senyampang jingga belum tenggelam 35 wajah penuh semangat Bersama bunda Bergandeng tangan Meniti jembatan kesuksesan

Olahragakan Nusantara

 Olah raga milik kita semua. Salah satu kalimat yang diungkapkan oleh menteri Pemuda dan Olah raga Imam Nahrawi, dalam acara peringatan Haornas yang diselenggarakan di GOR Sidoarjo. Ribuan warga Sidoarjo ikut menyemarakkan acara tersebut. Gegap gempita suasana yang terbangun. Lengkap dengan atraksi-atraksi disuguhkan untuk menghibur masyarakat Indonesia. Tak lepas dari pepatah "Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Tidak sekadar pepatah tanpa makna. Jika kita mencerna lebih dalam lagi kalimat sederhana itu banyak nilai-nilai yang bisa diambil. Oleh karena itu sangatlah penting memasyarakatkan olah raga kepada masyarakat Indonesia. Tidak hanya masyarakat kelas bawah, kelas menengah, justru para pejabat- pejabat di nusantara ini. Dari tubuh yang sehat ada jiwa yang sehat. Sederhana sekali. Kalau sudah memunyai jiwa yang sehat, maka seluruh aktivitas manusia menjadi sehat. Tidak mudah sakit, tidak mudah terpengaruh hal-hal yang bersifat negatif. Demikian j...