Langsung ke konten utama

Olahragakan Nusantara

 Olah raga milik kita semua. Salah satu kalimat yang diungkapkan oleh menteri Pemuda dan Olah raga Imam Nahrawi, dalam acara peringatan Haornas yang diselenggarakan di GOR Sidoarjo. Ribuan warga Sidoarjo ikut menyemarakkan acara tersebut. Gegap gempita suasana yang terbangun. Lengkap dengan atraksi-atraksi disuguhkan untuk menghibur masyarakat Indonesia.



Tak lepas dari pepatah "Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Tidak sekadar pepatah tanpa makna. Jika kita mencerna lebih dalam lagi kalimat sederhana itu banyak nilai-nilai yang bisa diambil. Oleh karena itu sangatlah penting memasyarakatkan olah raga kepada masyarakat Indonesia. Tidak hanya masyarakat kelas bawah, kelas menengah, justru para pejabat- pejabat di nusantara ini.

Dari tubuh yang sehat ada jiwa yang sehat. Sederhana sekali. Kalau sudah memunyai jiwa yang sehat, maka seluruh aktivitas manusia menjadi sehat. Tidak mudah sakit, tidak mudah terpengaruh hal-hal yang bersifat negatif.

Demikian juga untuk memilih jenis olahraga, tidak harus dengan membayar mahal hanya untuk mencapai tubuh yang sehat. Jalan sehat, misalnya. Bukan berarti Golf tidak menyehatkan tubuh manusia, tetapi justru dari gengsi akan muncul hal-hal yang tidak sehat. Persaingan yang ketat. Hal ini membuat ada perselisihan hubungan antar sejawat.

Nah, dari momen itu harus ditindaklanjuti. Menciptakan masyarakat yang sehat itu mudah asalkan dengan niat sungguh-sungguh. Dengan demikian akan terrcipta nusantara bebas dari korupsi, tercipta suasana aman, tentram, damai. semua itu dimulai dari diri pribadi yang sehat.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM 13 MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS

Kurikulum Tiga Belas Menuju Pendidikan Berkualitas Dewasa ini pendidikan di Indonesia mengalami penurunan kualitas secara signifikan. Indikatornya jelas, jika dilihat dari faktor sekolah, banyak sekolah yang kekurangan tenaga pendidik professional dan minimnya infrastruktur yang menunjang proses pembelajaran. Hal tersebut jelas berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Adanya kesenjangan antara sekolah-sekolah pinggiran dengan  sekolah faforit  adalah bentuk permasalahan yang paling terlihat jelas dari sekian banyaknya permasalahan yang ada dalam ranah dunia pendidikan Indonesia. Bagaimana tidak, dengan adanya sekolah tersebut maka sudah jelas kualitas pendidikan akan menjadi yang paling utama. Memang, banyak sekolah yang menjamin kualitas pendidikan mereka akan sama dengan negara - negara lain yang lebih maju. Namun, ketika kualitas pendidikan telah mereka gembor – gemborkan. Ironisnya, hanya segelintir anak yang dapat mencicipi bagaimana rasany...

Soal Bahasa Indonesia ( Surat Lamaran Kerja dan Teks cerita sejarah)

Perhatikan penggalan surat lamaran pekerjaan berikut! “ Berdasarkan iklan lowongan kerja yang saya peroleh melalui internet bahwa …. “ Penggalan surat lamaran tersebut merupakan bagian …. A.       Salam pembuka B.        Pokok surat C.        Paragraf pembuka D.       Isi surat E.        Paragraf penutup Perhatikan nama-nama bagian surat lamaran pekerjaan berikut! a.        alamat dalam b.       tempat,tanggal surat c.        hal d.       lampiran e.        identitas diri dan isi f.        salam pembuka g.       salam penutup h.       daftar lampiran ...

Hanya Guru yang Belajar, yang Berhak Mengajar: Sebuah Refleksi Mendalam

Kalimat itu terngiang, menggema dalam ruang kesadaran kita sebagai pendidik: "Hanya guru yang belajar, yang berhak mengajar." Bukan sekadar slogan pemanis bibir, melainkan sebuah fundamen esensial yang harus tertanam kuat dalam jiwa setiap insan yang memilih jalan pengabdian sebagai guru. Lebih dari sekadar menyampaikan materi, mengajar adalah tentang menuntun, menginspirasi, dan memfasilitasi tumbuh kembang potensi unik setiap individu. Dan fondasi dari kemampuan itu adalah kemauan dan kemampuan untuk terus belajar. Pedagogi, seringkali direduksi menjadi sekadar metode mengajar, sesungguhnya adalah jantung dari seluruh proses pembelajaran. Ia adalah pemahaman mendalam tentang bagaimana manusia belajar, bagaimana tahapan perkembangan anak berlangsung, dan bagaimana lingkungan sosio-kultural membentuk pola pikir serta karakter mereka. Seorang guru yang mengabaikan pedagogi, diibaratkan seorang nahkoda yang berlayar tanpa peta dan kompas. Ia mungkin saja bergerak, namun tanpa...