Langsung ke konten utama

 Contoh Pidato Hari Guru

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang terhormat Bapak Ibu guru, karyawan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Anak-anakku kelas XI Bahasa, MIA, dan IIS yang saya banggakan.

Pada kesempatan yang baik ini, saya akan menyampaikan sebuah pengarahan tentang pentingnya beretiket kepada teman orang tua dan guru.

Kita pun tahu benar siapa guru itu. Sebuah peran yang vital dalam kehidupan. sebuah peran penting dalam masyarakat. Ya memang guru, 4 huruf penuh makna, 4 huruf penuh jasa, 4 huruf pelita bangsa.

Ya memang seorang guru yang kehadirannya penuh makna memaknakan arti dunia dengan segala isinya agar kita anak didik nya mengerti dan paham harus berbuat apa ketika hidup terjun di dalamnya. Guru, 4 huruf penuh makna.

Ya memang seorang guru yang dengan segala keterbatasannya memberikan jasa yang tidak akan ternilai walaupun kita menukar dunia dengan segala isinya untuk hanya bisa mensejajarkan dengan jasa yang mereka berikan untuk kita. Guru, 4 huruf penuh jasa.

Ya memang seorang guru yang menjadi pelita bangsa, menerangi dan menuntun kami anak didik nya ke arah impian yang penuh dengan cahaya harapan untuk agar bisa hidup sejajar dengan bangsa lain di dunia. 4 huruf pelita bangsa.

Hadirin yang saya hormati

Siapakah guru? Siapakah yang pantas menyandang 4 huruf penuh makna, 4 huruf penuh jasa dan 4 huruf pelita bangsa? Siapakah mereka? Mereka kah yang setiap hari berdiri di depan kita memberikan penjelasan mengenai sesuatu di kelas. Atau mereka kah yang duduk di samping kita saat kita menerima penjelasan di kelas. Ataukah mereka yang membiayai kita agar duduk dan menerima penjelasan di kelas.

Siapa kah yang pantas menyandang gelar prestisi sebagai guru; pendidik, teman atau kah orang tua kita? Tapi bagi saya, mereka ber tiga lah yang pantas menyandang gelar guru. Merekalah yang mewakili lingkungan belajar yang mempengaruhi karakter kita anak bangsa ke depan. Pendidik dengan lingkungan sekolahnya, teman dengan lingkungan pergaulan nya dan orang tua dengan lingkungan keluarganya.

Terima kasih guru, atas segala sesuatu yang kau berikan, atas segala sesuatu yang kau contohkan, atas segala sesuatu yang kau arahkan. Terima kasih, kami dedikasikan hari ini untuk menghargai semua jasa-jasa mu. Selamat Hari Guru.

Wasslamualaikum Wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM 13 MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS

Kurikulum Tiga Belas Menuju Pendidikan Berkualitas Dewasa ini pendidikan di Indonesia mengalami penurunan kualitas secara signifikan. Indikatornya jelas, jika dilihat dari faktor sekolah, banyak sekolah yang kekurangan tenaga pendidik professional dan minimnya infrastruktur yang menunjang proses pembelajaran. Hal tersebut jelas berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Adanya kesenjangan antara sekolah-sekolah pinggiran dengan  sekolah faforit  adalah bentuk permasalahan yang paling terlihat jelas dari sekian banyaknya permasalahan yang ada dalam ranah dunia pendidikan Indonesia. Bagaimana tidak, dengan adanya sekolah tersebut maka sudah jelas kualitas pendidikan akan menjadi yang paling utama. Memang, banyak sekolah yang menjamin kualitas pendidikan mereka akan sama dengan negara - negara lain yang lebih maju. Namun, ketika kualitas pendidikan telah mereka gembor – gemborkan. Ironisnya, hanya segelintir anak yang dapat mencicipi bagaimana rasany...

Soal Bahasa Indonesia ( Surat Lamaran Kerja dan Teks cerita sejarah)

Perhatikan penggalan surat lamaran pekerjaan berikut! “ Berdasarkan iklan lowongan kerja yang saya peroleh melalui internet bahwa …. “ Penggalan surat lamaran tersebut merupakan bagian …. A.       Salam pembuka B.        Pokok surat C.        Paragraf pembuka D.       Isi surat E.        Paragraf penutup Perhatikan nama-nama bagian surat lamaran pekerjaan berikut! a.        alamat dalam b.       tempat,tanggal surat c.        hal d.       lampiran e.        identitas diri dan isi f.        salam pembuka g.       salam penutup h.       daftar lampiran ...

Hanya Guru yang Belajar, yang Berhak Mengajar: Sebuah Refleksi Mendalam

Kalimat itu terngiang, menggema dalam ruang kesadaran kita sebagai pendidik: "Hanya guru yang belajar, yang berhak mengajar." Bukan sekadar slogan pemanis bibir, melainkan sebuah fundamen esensial yang harus tertanam kuat dalam jiwa setiap insan yang memilih jalan pengabdian sebagai guru. Lebih dari sekadar menyampaikan materi, mengajar adalah tentang menuntun, menginspirasi, dan memfasilitasi tumbuh kembang potensi unik setiap individu. Dan fondasi dari kemampuan itu adalah kemauan dan kemampuan untuk terus belajar. Pedagogi, seringkali direduksi menjadi sekadar metode mengajar, sesungguhnya adalah jantung dari seluruh proses pembelajaran. Ia adalah pemahaman mendalam tentang bagaimana manusia belajar, bagaimana tahapan perkembangan anak berlangsung, dan bagaimana lingkungan sosio-kultural membentuk pola pikir serta karakter mereka. Seorang guru yang mengabaikan pedagogi, diibaratkan seorang nahkoda yang berlayar tanpa peta dan kompas. Ia mungkin saja bergerak, namun tanpa...