Langsung ke konten utama

Menulis di Blog Cara Jitu Budayakan Literasi

Hasil gambar untuk gambar kegiatan menulis         
          Budaya literasi terus di-viral-kan oleh dunia pendidikan. Tak terkecuali di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Siswa-siswi terus diajak membaca dan menulis. Entah tentang fiksi maupun non fiksi. Dengan harapan siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo memiliki budaya literasi yang baik, dan bermanfaat bagi diri sendiri, maupun orang lain.
          Budaya literasi bukan hanya tanggung jawab guru bidang kebahasaan. Tetapi ini merupakan tanggung jawab lembaga. Otomatis menciptakan budaya ini adalah tanggung jawab semua warga sekolah. Baik dari tukang sapu sampai penjaga keamanan. Jika budaya literasi ini mendapat dukungan dari semua pihak, maka bisa dikatakan program literasi sekolah telah berhasil.
          Tidak mudah menanamkan kebiasaan pada siswa untuk gemar berliterasi. Tantangannya sangat kompleks. Belum lagi media sosial bermunculan. Instagram, WhatsApp, Line, facebook, dan lain-lain. Generasi sekarang lebih gemar bersahabat dengan gawainya dari pada buku sebagai sumber informasinya. Apalagi permainan-permainan dalam gawainya. Jangankan untuk membaca, berkomunikasi dengan lingkungan sudah terbatas. Inilah tantangan kita.
           Budaya literasi, tidak hanya berkegiatan membaca buku, tetapi juga menulis. Nah, sehubungan dengan hal itu, pada materi Teks Editorial, setelah siswa mengidentifikasi dan menganalisis teks, wajib memproduksi teks editorial. Dengan bimbingan guru siswa mulai merasakan keasyikan menulis. Seakan tidak ingin berhenti menulis dan terus menulis. Proses pembelajaran berlangsung makin menantang, tulisan teks editorial wajib diunggah di blog masing-masing. Selain mengunggah teks editoria masing-masing siswa bisa menampilkan hasil tulisan yang lain.

Komentar

  1. Citizen Eco Drive Titanium Watch, 2-piece and 2-in-1 - India
    This premium watch features the 2-in-1 features the design of the thinkpad x1 titanium watch, with a solid gold plated aluminium core, brushed stainless burnt titanium steel with a titanium dog teeth implants lustrous finish. Rating: ion titanium hair color 4 · ‎3 reviews gold titanium

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM 13 MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS

Kurikulum Tiga Belas Menuju Pendidikan Berkualitas Dewasa ini pendidikan di Indonesia mengalami penurunan kualitas secara signifikan. Indikatornya jelas, jika dilihat dari faktor sekolah, banyak sekolah yang kekurangan tenaga pendidik professional dan minimnya infrastruktur yang menunjang proses pembelajaran. Hal tersebut jelas berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Adanya kesenjangan antara sekolah-sekolah pinggiran dengan  sekolah faforit  adalah bentuk permasalahan yang paling terlihat jelas dari sekian banyaknya permasalahan yang ada dalam ranah dunia pendidikan Indonesia. Bagaimana tidak, dengan adanya sekolah tersebut maka sudah jelas kualitas pendidikan akan menjadi yang paling utama. Memang, banyak sekolah yang menjamin kualitas pendidikan mereka akan sama dengan negara - negara lain yang lebih maju. Namun, ketika kualitas pendidikan telah mereka gembor – gemborkan. Ironisnya, hanya segelintir anak yang dapat mencicipi bagaimana rasany...

Soal Bahasa Indonesia ( Surat Lamaran Kerja dan Teks cerita sejarah)

Perhatikan penggalan surat lamaran pekerjaan berikut! “ Berdasarkan iklan lowongan kerja yang saya peroleh melalui internet bahwa …. “ Penggalan surat lamaran tersebut merupakan bagian …. A.       Salam pembuka B.        Pokok surat C.        Paragraf pembuka D.       Isi surat E.        Paragraf penutup Perhatikan nama-nama bagian surat lamaran pekerjaan berikut! a.        alamat dalam b.       tempat,tanggal surat c.        hal d.       lampiran e.        identitas diri dan isi f.        salam pembuka g.       salam penutup h.       daftar lampiran ...

Hanya Guru yang Belajar, yang Berhak Mengajar: Sebuah Refleksi Mendalam

Kalimat itu terngiang, menggema dalam ruang kesadaran kita sebagai pendidik: "Hanya guru yang belajar, yang berhak mengajar." Bukan sekadar slogan pemanis bibir, melainkan sebuah fundamen esensial yang harus tertanam kuat dalam jiwa setiap insan yang memilih jalan pengabdian sebagai guru. Lebih dari sekadar menyampaikan materi, mengajar adalah tentang menuntun, menginspirasi, dan memfasilitasi tumbuh kembang potensi unik setiap individu. Dan fondasi dari kemampuan itu adalah kemauan dan kemampuan untuk terus belajar. Pedagogi, seringkali direduksi menjadi sekadar metode mengajar, sesungguhnya adalah jantung dari seluruh proses pembelajaran. Ia adalah pemahaman mendalam tentang bagaimana manusia belajar, bagaimana tahapan perkembangan anak berlangsung, dan bagaimana lingkungan sosio-kultural membentuk pola pikir serta karakter mereka. Seorang guru yang mengabaikan pedagogi, diibaratkan seorang nahkoda yang berlayar tanpa peta dan kompas. Ia mungkin saja bergerak, namun tanpa...