Langsung ke konten utama

Perlukah Kolaborasi Antar Generasi

Hasil gambar untuk gambar perpaduan generasi milenial dan generasi lama

Generasi milenial patut diacungi jempol. Generasi milenial adalah generasi yang sangat akrab dengan kecanggihan teknologi. Generasi ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Secara umum generasi zaman Now selalu berpikir kritis, cepat, dan tepat. Selain itu, generasi ini dikenal dengan karya-karya yang inovatif dan kreatif.

Sebagai orang tua dari generasi milenial, kita tidak boleh tertinggal. Kita harus bisa seiring dan sejalan dengan generasi Z ini. Baik proses berpikir, maupun proses bertindak. Jangan sampai perbedaan cara pandang kita sebagai orang tua menimbulkan konflik di antaranya.

Opini masyarakat mengatakan bahwa generasi sekarang kurang beretika. Pernyataan itu tidak bisa dibenarkan seratus persen. Yang perlu dipertanyakan, mengapa ada rumor seperti itu. Tidak bisa dipungkiri. Ada beberapa anak muda yang sering melakukan hal-hal negatif, tapi itu sebagian kecil saja. Buktinya masih banyak generasi muda yang berprestasi melalui potensinya masing-masing, Bidang olahraga, bidang science, bidang seni, dan sebagainya.

Jika kita menginginkan generasi milenial menjadi generasi yang tangguh, taat beribadah, kreatif, dan inovatif, layaknya Superman peran orang tua harus mendampingi secara maksimal. dan yang paling penting orang tua harus melek teknologi. Saling memadukan cara berpikir, dan saling menhormati pendapat adalah salah satu cara untuk mewujudkan generasi milenial yang kita inginkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM 13 MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS

Kurikulum Tiga Belas Menuju Pendidikan Berkualitas Dewasa ini pendidikan di Indonesia mengalami penurunan kualitas secara signifikan. Indikatornya jelas, jika dilihat dari faktor sekolah, banyak sekolah yang kekurangan tenaga pendidik professional dan minimnya infrastruktur yang menunjang proses pembelajaran. Hal tersebut jelas berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Adanya kesenjangan antara sekolah-sekolah pinggiran dengan  sekolah faforit  adalah bentuk permasalahan yang paling terlihat jelas dari sekian banyaknya permasalahan yang ada dalam ranah dunia pendidikan Indonesia. Bagaimana tidak, dengan adanya sekolah tersebut maka sudah jelas kualitas pendidikan akan menjadi yang paling utama. Memang, banyak sekolah yang menjamin kualitas pendidikan mereka akan sama dengan negara - negara lain yang lebih maju. Namun, ketika kualitas pendidikan telah mereka gembor – gemborkan. Ironisnya, hanya segelintir anak yang dapat mencicipi bagaimana rasany...

Soal Bahasa Indonesia ( Surat Lamaran Kerja dan Teks cerita sejarah)

Perhatikan penggalan surat lamaran pekerjaan berikut! “ Berdasarkan iklan lowongan kerja yang saya peroleh melalui internet bahwa …. “ Penggalan surat lamaran tersebut merupakan bagian …. A.       Salam pembuka B.        Pokok surat C.        Paragraf pembuka D.       Isi surat E.        Paragraf penutup Perhatikan nama-nama bagian surat lamaran pekerjaan berikut! a.        alamat dalam b.       tempat,tanggal surat c.        hal d.       lampiran e.        identitas diri dan isi f.        salam pembuka g.       salam penutup h.       daftar lampiran ...

Hanya Guru yang Belajar, yang Berhak Mengajar: Sebuah Refleksi Mendalam

Kalimat itu terngiang, menggema dalam ruang kesadaran kita sebagai pendidik: "Hanya guru yang belajar, yang berhak mengajar." Bukan sekadar slogan pemanis bibir, melainkan sebuah fundamen esensial yang harus tertanam kuat dalam jiwa setiap insan yang memilih jalan pengabdian sebagai guru. Lebih dari sekadar menyampaikan materi, mengajar adalah tentang menuntun, menginspirasi, dan memfasilitasi tumbuh kembang potensi unik setiap individu. Dan fondasi dari kemampuan itu adalah kemauan dan kemampuan untuk terus belajar. Pedagogi, seringkali direduksi menjadi sekadar metode mengajar, sesungguhnya adalah jantung dari seluruh proses pembelajaran. Ia adalah pemahaman mendalam tentang bagaimana manusia belajar, bagaimana tahapan perkembangan anak berlangsung, dan bagaimana lingkungan sosio-kultural membentuk pola pikir serta karakter mereka. Seorang guru yang mengabaikan pedagogi, diibaratkan seorang nahkoda yang berlayar tanpa peta dan kompas. Ia mungkin saja bergerak, namun tanpa...