Langsung ke konten utama

Sebuah Nama 2



Maret 2018

Tiba-tiba gawaiku berbunyi. Malam itu sunyi tanpa angin. Panas hawa menyusuri rumahku yang hanya berukuran 5 meter kebelakang 15 meter. Bisa dibayangkan dua petak kamar berukuran sedang melengkapi ruangan rumahku. Tempat istirahat, tempat melepas penat, yang seharian waktuku habis di sekolah untuk mengamalkan ilmu yang kupunya.

Kusapu dari atas ke bawah gawai putihku. Satu-satunya alat untuk menjalin komunikasi dengan murid-muridku. Serta sahabat-sahabatku. Demikian juga dengan rekan kerjaku. Warna hijau muncul dengan nomor yang tak kukenal. Kubuka tertulis salam sebagai pembuka dari orang di seberang sana. Entah perhatianku tak focus pada tulisan itu. Lalu kuulang lagi dengan memperhatikan nomor yang baru masuk dalam deretan kontak WhatsApp-ku. Astaghfirullah… kuperhatikan foto DP yang muncul di nomor asing itu. Debar jantungku seketika berdetak kencang. Sekencang karapan sapi di Madura, bahkan lebih kencang. Aku ulang lagi salamnya…. Ku ulang lagi. Hampir tak percaya. Jemariku tak mampu menulis kata-kata untuk membalasnya. Namun pikirku ingin segera menjawab salam itu. Aku seperti dihipnotis dengan nomor iru. Betapa kuatnya sihir yang dilewatkan pada nomor asing itu. Apalagi setelah kulihat gambar yang tertera.

Gemeretak jantungku mengiringi jemari menulis jawaban itu. Tak terasa aku teteskan air mata entah apa makna buliran itu. Senang, ragu, sedih, haru, bangga, entah apa namanya tak bisa melukiskan perasaanku saat itu.

Seperempat abad lebih dia muncul secara tiba-tiba. Entah angin apa yang membawa ke dalam gawaiku. Anugerah yang luar biasa bisa melihat wajahnya, serta berkomunikasi dengannya. Nama yang sering kusebut lewat doa muncul seketika. Apakah ini sebuah jawaban dari semua doa-doaku selama ini. aku hanya percaya bahwa Allah-lah yang membawa nama itu dalam keseharianku. Hampir tak kupercaya, nama yang sekian lama hilang kini muncul dengan karakter yang sama.
Ketika aku hanya berilusi nama itu hadir dalam pelukanku. Tiba-tiba hadir dalam kenyataan. Tapi sebentar dan kini hilang lagi.

Ketika dia hadir, banyak sekali yang dia berikan dalam bagian hidupku. Hanya aku dan dia yang tahu. Bahwa kami sempat mengulang masa-masa itu. Masa tiga puluh tahun yang lalu. Kami sempat melepas rindu masing-masing. Saling mengungkapkan perasaan masing-masing. Dan saling bercerita tentang kehidupan masing-masing. Kami sama-sama ingin masa itu. Kami ingin bercinta lagi, kami ingin saling memiliki lagi, kami ingin segalanya kan terwujud lagi. Tapi tak mungkin.

Andai waktu bisa diputar ke masa lalu, itulah ungkapan kami. Kami saling menyayangi, kami saling merindui, kami saling maratapi, kami saling berbagi kasih, kami  berkhayal saling memiliki, kami saling takut kehilangan kembali.
Jika rindu sudah membuncah, kami bertemu. Tiada yang tahu. Bercerita, bercanda, bergelak tawa bersama, cukup membuat hati kami terobati.
Namun semua itu seperti mimpi…. Tiada angin…tiada hujan kamu pergi…….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM 13 MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS

Kurikulum Tiga Belas Menuju Pendidikan Berkualitas Dewasa ini pendidikan di Indonesia mengalami penurunan kualitas secara signifikan. Indikatornya jelas, jika dilihat dari faktor sekolah, banyak sekolah yang kekurangan tenaga pendidik professional dan minimnya infrastruktur yang menunjang proses pembelajaran. Hal tersebut jelas berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Adanya kesenjangan antara sekolah-sekolah pinggiran dengan  sekolah faforit  adalah bentuk permasalahan yang paling terlihat jelas dari sekian banyaknya permasalahan yang ada dalam ranah dunia pendidikan Indonesia. Bagaimana tidak, dengan adanya sekolah tersebut maka sudah jelas kualitas pendidikan akan menjadi yang paling utama. Memang, banyak sekolah yang menjamin kualitas pendidikan mereka akan sama dengan negara - negara lain yang lebih maju. Namun, ketika kualitas pendidikan telah mereka gembor – gemborkan. Ironisnya, hanya segelintir anak yang dapat mencicipi bagaimana rasany...

Soal Bahasa Indonesia ( Surat Lamaran Kerja dan Teks cerita sejarah)

Perhatikan penggalan surat lamaran pekerjaan berikut! “ Berdasarkan iklan lowongan kerja yang saya peroleh melalui internet bahwa …. “ Penggalan surat lamaran tersebut merupakan bagian …. A.       Salam pembuka B.        Pokok surat C.        Paragraf pembuka D.       Isi surat E.        Paragraf penutup Perhatikan nama-nama bagian surat lamaran pekerjaan berikut! a.        alamat dalam b.       tempat,tanggal surat c.        hal d.       lampiran e.        identitas diri dan isi f.        salam pembuka g.       salam penutup h.       daftar lampiran ...

Hanya Guru yang Belajar, yang Berhak Mengajar: Sebuah Refleksi Mendalam

Kalimat itu terngiang, menggema dalam ruang kesadaran kita sebagai pendidik: "Hanya guru yang belajar, yang berhak mengajar." Bukan sekadar slogan pemanis bibir, melainkan sebuah fundamen esensial yang harus tertanam kuat dalam jiwa setiap insan yang memilih jalan pengabdian sebagai guru. Lebih dari sekadar menyampaikan materi, mengajar adalah tentang menuntun, menginspirasi, dan memfasilitasi tumbuh kembang potensi unik setiap individu. Dan fondasi dari kemampuan itu adalah kemauan dan kemampuan untuk terus belajar. Pedagogi, seringkali direduksi menjadi sekadar metode mengajar, sesungguhnya adalah jantung dari seluruh proses pembelajaran. Ia adalah pemahaman mendalam tentang bagaimana manusia belajar, bagaimana tahapan perkembangan anak berlangsung, dan bagaimana lingkungan sosio-kultural membentuk pola pikir serta karakter mereka. Seorang guru yang mengabaikan pedagogi, diibaratkan seorang nahkoda yang berlayar tanpa peta dan kompas. Ia mungkin saja bergerak, namun tanpa...