Senin, 27 November 2017

Belum ada jawabnya (212)


Lama sudah terlalu lama menunggu arti kehidupan yang sebenarnya
Ataukah aku tidak menahu bagaimana idealnya kehidupan
Saat ku Tanya pada api… siapa yang harus memasak di dapur
Api bersemangat “harusnya yang dipanggil ibu”
Saat ku Tanya pada daun kering… siapa hendak bersihkan dirimu jika jatuh dari reranting
Dengan malu lontarkan jawaban “si mbok lah”
Saat ku Tanya pada akar singkong di tegal belakang rumah… siapa yang bersemangat membongkar dirimu dari timbunan tanah
Wak Kamdi, jawabnya satu.
Zaman yang berubah atau kesempatan yang salah
Jawaban semua itu tak kutemukan kebenarannya
Hingga diri lelah bertanya
Peluh mengering tak berbekas
Mata air mataku sudah tersumbat dalam dada
Sesak terganjal seribu Tanya yang tak kunjung ada jawabnya
Kubuka kamus istilah
Berharap satu kata ada bermakna, sinar berharap embun menyapa
Hasilnya kosong…nol…
Kini dalam rintik hujan mencengkeram malam
Pertanyaan itu selalu ada…dan semakin banyak tanda Tanya

Masih belum ada jawabnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sajak Beda Tema

Aku tak ingin bulan bundar bersinar Aku tak ingin hujan basahi peraduan Aku tak ingin nyaringnya melodi mendenting Yang ku ingin ibah...