104 Muhammadiyahku

Dapatkah kau melihat 100 tahun lebih lama
Lakuan anak muda untuk umatnya yang ia perbuat
Dapatkah engkau kira sederhana kerja yang dimulainya
Dimulai dengan langkah bersama
Dia bimbing umat dengan citanya
Tarjih, tajdid cerdaskan bangsa bersahaja

Zaman itu belum dilahirkan
Dalam pandangan mata biru
Lihatlah pemisahan antar garis air dan tanah terbentang
Di bawah sana

Dulu dalam cengkeraman penjajah kini mendewasa
Dengan rangkaian pengalaman bahagia dan derita
Sudah 104 tahun bertumbuh kini mendewasa
Lihat!!!!!!
Ribuan taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA, juga SMK
Rumah sakit panti asuhan.
Dan kini ku mendoa…kumendoa….untukmu muhammadiyahku

Semoga tangguh bak bahtera di samudra dari ancaman taufan
Gelombang raksasa.
Tapi selama tauhid berdetak di jantung, berdesah di napas
Kita gentar tiada.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rinduku Dilarang